Salah satu keunggulan manusia dibandingkan ciptaan lain adalah berpikir. Salah satu keunggulan berpikirnya manusia adalah keinginan terhadap masa depan atau kerennya future.
Memang masa depan atau future ditentukan hari ini. Tetapi pola pikir masa depan sejak saat ini mulai dipersiapkan, dibangun. Itulah sisi pengembangan diri atau self improvement tentan masa depan atau future.
Apa dan bagaimana pola pikir masa depan atau future simak dibawah ini :
- Masa depan merupakan olahan masa lalu dengan karya saat ini (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Gelombang saat ini adalah ujian mental masa depan (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Hambatan saat ini merupakan pintu lain untuk masa depan (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Masa depan tidaklah berbanding lurus status sosial, kekayaan dan kekuasaan (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Saat ini merupakan masa depan dari masa lalu. Sekarang merupakan masa lalu bagi masa depan (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Masa depan tidaklah cukup digelisahkan tetapi dihadapi (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Tiga hal untuk masa depan hati, otak dan tangan... (doa) (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Hambatan terbesar bagi masa depan adalah diri sendiri (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Ukuran jangka pendek masa depan adalah karya saat ini (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Masa depan ibarat cahaya bintang di kegelapan malam yang mefokuskan usaha dan karya saat ini (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Kita sering merasa karya saat ini bisa jadi jauh dari masa depan tetapi tetapkanlah yang kita kerjakan merupakan ruas-ruas menuju masa depan (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Maka sia-sialah saat ini jika hanya merasakan jauhnya masa depan (Kukuh Widytikatmoko, 2009)
- Membangun masa depan tidak cukup hanya dipikirkan (Kukuh Widyatmoko, 2009)
- Merajut masa depan butuh kecerdasan, bukan pintar saja
- Memetik masa depan adalah buah keuletan, kerja keras, dan kesungguhan hati
- Masa depan ada ditanganku bukan di tangan orang lain
- Kebaikan kerja hari ini merupakan pencapain dua tangga bagi hari esok
- Butiran keringat kerja hari ini merupakan mutiara bagi masa depan
- Cukupkanlah kekuatiran satu menit saja, menit kedua haknya masa depan
- Status sosial tidak menjadi perhitungan dalam meraih masa depan
- Saat inilah masa depan dilanjutkan
- Masa depan diawali lewat investasi sosial
- Berharap masa depan ibarat tali jangkar yang memegang kendali arah hidup
- Putaran masa depan ibarat putaran detik waktu yang tak pernah mundur
- Kecemasan mampu mematikan nyala api masa depan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar