Selasa, 05 Agustus 2014

Sulit Berteman bag. 1

Manusia tidak bisa hidup seorang diri, maka butuh orang lain.  Kebutuhan terhadap orang lain sangatlah mendesak di era teknologi. Manusia makin terasing ditengah banyak orang.
Pengembangan Diri tidak bisa seorang diri, pengembangan diri butuh orang lain. Maka bagi yang sulit berteman, pengembangan dirinya pun terganggu.
Mengingat betapa pentingnya berteman, siapkan waktu untuk membaca uraian berikut:

Prinsip 1 Bersungguh-sungguh menaruh minat pada orang lain

Anda bisa mendapat lebih banyak kawan dalam waktu dua bulan dengan cara menjadi tertarik pada orang lain dibandingkan dengan yang bisa Anda peroleh dalam waktu dua tahun dengan cara mengusahakan orang lain tertarik pada Anda (NN)

Individu yang tidak tertarik kepada kawan-kawannyalah yang memiliki kesulitan terbesar dalam hidup dan memberikan luka terbesar kepada orang lain. Dari antara para individu tersebutlah semua kegagalan manusia timbul (Alfred Adler, psikolog)

Saya tidak pernah lupa bahwa minat yang tulus pada orang lain adalah kualitas paling penting untuk dimiliki oleh seorang penjual-untuk siapa pun, untuk masalah itu (NN)

Saya sudah menemukan dari pengalaman pribadi bahwa seseorang bisa memenangkan perhatian, waktu, dan kerja sama bahkan dari orang-orang yang paling sukar, dengan cara sungguh-sungguh berrminat pada diri mereka (NN)

Kalau kita ingin mendapat kawan, mari kita menyapa orang dengan antusias dan bersemangat (NN)

Kita tertarik pada orang lain tatkala mereka tertarik pada kita (Publilius Syrus)

Prinsip 2 Tersenyumlah

Orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar dan menjual lebih efektif, dan membesarkan anak-anak yang lebih bahagia (Prof. James V. McConnell, psikolog)

Anda harus senang ketika berjumpa dengan orang-orang, kalau Anda mengharapkan mereka senang bertemu dengan Anda (NN)

Dia bilang saya benar-benar manusia apabila saya tersenyum (NN)

Tindakan tampaknya mengikuti perasaan, padahal sebenarnya tindakan dan perasaan berjalan bersama; dan dengan mengatur tindakan, yang berada di bawah control langsung darikehendak, kita bisa secara tidak langsung mengatur perasaan kita, yang tidak kita kendalikan langsung (William James, filsuf)

Tidak ada sesuatu pun yang baik atau buruk hanya pikiranlah yang membedakannya (Shakespeare)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar