Minggu, 31 Agustus 2014

#015 Karakter Individu



Sebelum melakukan upaya pengembangan diri atau self improvement langkah awal adalah tahu diri. Tahu diri terhadap karakter diri sendiri. Tahu diri modal kepemimpinan.

Pemimpin sejati adalah diri sendiri. Karakter diri mempengaruhi kepemimpinan. Kepemimpinan seseorang mencerminkan gambaran diri seseorang.

Ada beberapa karakter seseorang.

Setiap individu memiliki ciri khas baik fisik maupun nonfisik.
Ciri fisik yaitu tinggi badan, warna kulit, berat badan, bentuk rambut. Ciri non fisik, karakter, emosi, pola pikir.

Ciri non fisik termasuk karakter dibagi dalam lima yaitu, individu berkarakter 'spiritual.' Pribadi ini mampu menerima kenyataan, lebih iklas dalam bekerja, tidak banyak menuntut, dan sabar. Ciri khas lainnya komunikatif, menghargai kerja orang lain. Hanya kelemahannya kurang tegas, dan bersikeras dengan keyakinannya.
Kedua, individu berkarakter 'transaksional.' Memiliki ciri lebih disiplin, perhitungan dalam pekerjaan. Menghargai pencapaian orang lain dan perhitungannya matang. Kelemahannya, komunikasi kaku dan sulit bersikap adil. Ukuran penilaian/perhitungannya kadang kurang jelas.

Ketiga, individu berkarakter 'karismatik' mudah bergaul, fleksibel tetapi tetap berwibawa. Ia mampu membangun optimis dan motivasi kerja serta penghargaan yang tinggi pada orang lain. Memiliki orientasi keberhasilan yang tinggi dan keterbukaan informasi yang luas. Kelemahannya, menjadi tumpuan banyak orang.

Keempat, individu berkarakter 'transformasional.' Biasanya disebut karakter yang 'seimbang.' Kelebihannya, mengedepankan hubungan baik dengan orang lain. Ia mampu menjelaskan dan menyampaikan visi/misi secara baik. Optimis dengan kinerja dan memberikan dukungan positif pada orang lain. Kelemahannya, orang lain sulit mengimbangi karakter ini.

Kelima, individu berkarakter 'strategis.' Pakar psikologi industri dan manajemen mengklaim sebagai karakter berorientasi pada kemampuan-kemampuan yang lebih strategis. Fokus pada keunggulan kompetitif yang berkesinambungan. Hanya orang yang tidak bekerja sama sulit bertahan lama.
(Sumber bacaan: Intisari Extra Profesi, 2012, h. 19)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar