Minggu, 07 September 2014

Waspadai Cyberbulliying




               
 (intisari agustus 2011)
Oleh : Elisabeth XII IPS 2 / 11

Seiring berkembangnya jaman, anak-anak sudah sangat akrab dengan internet. Karena koneksi internet yang relatif murah dan cepat anak semakin hidup bergantung dengan internet. Internet sudah menjadi bagian dari keseharian hidup anak saat ini. Anak dan remaja juga menjadi pemakai yang setia. Akhirnya muncullah cyberbullying. Cyberbullying adalah bentuk kekerasan pada anak yang menggunakan internet.

 Tokoh yang terkait dalam hal ini adalah banyak. Orangtua adalah tokoh yang kedua dari utama. Tokoh utama disini adalah anak-anak dan remaja yang menggunakan internet. Dan juga teman sepermainannya. Mereka dapat saling mengisi untuk suatu yang positif ataupun yang negatif seperti cyberbullying. Situasi ini terjadi ketika anak bermain internet.

 Anak mulai mencari tahu setiap sisi dari internet. Pengendalian yang kurang dari orang tua karena orangtua yang sibuk yang sibuk dengan kesibukan masing-masing. Anak mulai mencari pelampiasan diinternet. Anak juga mulai membuka situs-situs yang kurang baik dan mulai mencari teman yang baru. Disemua Negara banyak ditemukan hal ini. Terutama diindonesia.

 Apalagi kasus internet ini sedang hangat-hangatnya diindonesia. Disetiap rumah-rumah kebanyakan ada komputer atau laptop. Dengan alas an agar anak dapat mengisi waktu luang ketika orangtua sibuk. Padahal orangtua tidak mengerti apa negative dari internet. 

Karena disetiap ,kedia social memiliki sisi positif dan sisi negative. Anak-anak yang belum terlalu mengerti tentang internet dapat saja menjadi korban cyberbullying dari temannya yang tidak dikenali secara dekat. Cyberbullying dapat membuat anak menjadi murung atau minder. Dapat juga menjatuhkan mental anak. Dan anak juga dapat berubah menjadi semakin buruk. 

Untuk mengatasi hal ini dapat diatasi dengan beberapa cara. Tergantung dari para orangtua. Orangtua dapat memberikan batasan waktu kepada anak. Juga memberikan waktu luang untuk sharing. Bias juga dengan memeriksa pada social media ketika anak mulai berubah. 

Perubahan yang terjadi pada anak dapat dikategorikan dalam revolusi karena dalam sekejap dapat mengubah mental anak. Karena perubahan itu muncul dengan tiba-tiba tanpa adanya persetujuan maka dapat dikategorikan tidak direncanakan. Internet merupakan pengaruh dari luar yang tidak sengaja memaksa anak untuk berubah maka dikategorikan eksternal. Pola perubahannya menyebar karena mempengaruhi anak. Dampak dari perubahan adalah globalisasi yang negative karena adanya konflik didunia social.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar